EKSPLORASI MAKNA MODERASI BERAGAMA DI KOTA SUKABUMI: SUATU PENDEKATAN FENOMENOLOGIS

Theguh Saumantri (IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia)

Abstract


Dalam konteks masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, moderasi beragama muncul sebagai jalan tengah yang mampu menghubungkan antara aspek spiritualitas dengan tuntutan hidup dalam keragaman. Kota Sukabumi sebagai kota tolernasi ke-enam di Indonesia dan ke dua di Jawa Barat adalah bukti konkrit dari komitmen yang kokoh dalam membangun nilai-nilai moderasi beragama.Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi makna moderasi beragama di Kota Sukabumi melalui pendekatan fenomenologis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang mengadopsi pendekatan fenomenologis dalam menggali dan menganalisis makna moderasi beragama di Kota Sukabumi. Dalam konteks masyarakat yang heterogen dalam hal agama, pendekatan ini mengambil sudut pandang individu untuk memahami bagaimana moderasi beragama dihayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moderasi beragama di Kota Sukabumi telah menjadi pijakan yang kuat dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Dalam konteks masyarakat yang beragam agama dan budaya, moderasi beragama di kota ini mencerminkan harmoni dan toleransi yang hidup dalam interaksi sehari-hari. selain itu dukungan dari pemerintah dan tokoh setiap agama dalam menciptakan lingkungan inklusif turut menjadi pendorong moderasi beragama.


Keywords


Fenomenologi, Moderasi Beragama, Kota Sukabumi.

Full Text:

PDF

References


Abdillah, A., & Ali, W. Z. K. bin W. (2020). Concept of Religious Tolerance among Ulama of Traditional Pesantren in Sukabumi, West Java. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 5(1), 20–30. https://doi.org/10.15575/jw.v5i1.6585

Abdullah, T., & Karim, R. (2005). Metodologi Penelitian Agama Sebuah Pengantar. Tiara Wacana Yogya.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia. Jurnal Diklat KeagamaanKeagamaan, 13(2), 45–55.

Aksa, A., & Nurhayati, N. (2020). Moderasi Beragama Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal Pada Masyarakat Donggo Di Bima (Tinjauan Sosio-Historis). Harmoni, 19(2), 338–352. https://doi.org/10.32488/harmoni.v19i2.449

Anata. (2023). FKUB diharapkan Menciptakan Kondisi Kondusif dan Aman. Portal.Sukabumikota.Go.Id.

Anshori, I. (2018). Melacak State Of The Art Fenomenologi Dalam Kajian Ilmu-Ilmu Sosial. Halaqa: Islamic Education Journal, 2(2), 165–181. https://doi.org/10.21070/halaqa.v2i2.1814

Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is Qualitative in Qualitative Research. Qualitative Sociology, 42(2), 139–160. https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7

Bagus, L. (2005). Kamus Filsafat. Gramedia.

Bertens, K. (2014). Sejarah Filsafat Kontemporer Prancis. PT Gramedia Pustaka.

Calvin S. Hall & Gardner Lindzey. (1993). Teori-Teori Holistik Organismik-Fenomenologis. Kanisius.

Dowling, M. (2017). From Husserl to van Manen. A review of different phenomenological approaches. International Journal of Nursing Studies, 44(1), 131–142. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2005.11.026

Dwijosudarmo, E. H. (1995). Teori Kebenaran Fenomenologis. Jurnal Filsafat, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jf.31570

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100.

Firdaus, M. A. (2014). Eksistensi FKUB dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 10(1).

Franz Magnis Suseno. (2012). Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Kanisius.

Gultom, O. (2022). Moderasi Beragama: Cara Pandang Moderat Mengamalkan Ajaran Agama di Indonesia dalam Perspektif Fenomenologi Agama. Perspektif, Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 17(1).

Hardiman, F. B. (2008). Filsafat Barat. Gramedia.

Hegel, G. W. F. (1950). Science of Logic. Cambridge University Press.

Hidayatullah. (2023). Kota Sukabumi Masuk Predikat ke-6 Kota Toleran di Indonesia. Kota-Sukabumi.Id.

Hidayatulloh, T., & Saumantri, T. (2023). Kerukunan Beragama Dalam Lensa Pengalaman Keagamaan Versi Joachim Wach. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 4(1), 24–37. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i1.5876

Imalia Dewi Asih. (2015). Fenomenologi Husserl: Sebuah Cara Kembali Ke Fenomena. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 16(2).

Kementerian Agama RI. (2019). Tanya Jawab Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kuper, A., & Kuper, J. (2005). Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial, terj. Haris Munandar. Raja Grafindo.

Lestari, J. (2020). Pluralisme Agama di Indonesia: Tantangan dan Peluang Bagi Keutuhan Bangsa. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 1(1), 29–38. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i1.1714

Manggola, A., & Thadi, R. (2021). Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Motif Pemakaian Peci Hitam Polos. JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 3(1), 19–25. https://doi.org/10.31539/joppas.v3i1.3111

Mubarok, H. (2014). Memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dialog, 37(2), 195–206. https://doi.org/10.47655/dialog.v37i2.66

Mujib, A. (2015). Pendekatan Fenomenologi Dalam Studi Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24042/atjpi.v6i2.1485

Nurjaman, F. (2022). KaKanKemenag Kota Sukabumi: FKUB Kota Sukabumi Harus Berperan Positif Menjaga Kerukunan Umat Beragama. Jabar.Kemenag.Go.Id. https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/kakankemenag-kota-sukabumi-fkub-kota-sukabumi-harus-berperan-positif-menjaga-ker

Rahman, R. A., Bin Cecep Mustopa, R. H., Fikri, M. D., Kusuma, A. R., & Rohman, A. (2021). Diskursus Fenomenologi Agama Dalam Studi Agama-Agama. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 16(2), 147–178. https://doi.org/10.24042/ajsla.v16i2.9853

Rejabar. (2023). Sukabumi Perkuat Sebagai Salah Satu Kota Toleran. Kabarf Jabar. https://rejabar.republika.co.id/berita//r3qpc9327/sukabumi-perkuat-sebagai-salah-satu-kota-toleran?

Rozi, M. F. (2017). Pluralisme dan multikulturalisme dalam Membangun Masyarakat Madani; Kajian Paradigmatik. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 2(2).

Rusli, R. (2014). Pendekatan Fenomenologi Dalam Studi Agama Konsep, Kritik Dan Aplikasi. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 2(2), 141–153.

Russel, B. (2016). Sejarah Filsafat Barat. Pustaka Pelajar.

Salma, N. (2023). 5,81 Poin! Sukabumi Masuk Daftar Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2022. Sukabumi Update.Com. https://www.sukabumiupdate.com/sukabumi/117856/5810-poin-sukabumi-masuk-daftar-kota-paling-toleran-di-indonesia-tahun-2022

Saumantri, T. (2022). Konstruksi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Filsafat Agama. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 24(2), 164–180. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v24i2.14854

Saumantri, T. (2023a). Prinsip dan Asas Masyarakat Multikultural Perspektif Tariq Ramadan. Sophist : Jurnal Sosial Politik Kajian Islam Dan Tafsir, 5(1), 1–36. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/sophist.v5i1.79

Saumantri, T. (2023b). Construction of Religious Moderation in Seyyed Hossein Nasr’s Perennial Philosophy Perspective. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 9(1), 89–112. https://doi.org/10.20871/kpjipm.v9i1.259

Septiana, T. (2020). Pembinaan Civic Disposition Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan Pada Pembelajaran Pendidikan Kerwarganegaraan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kota Sukabumi. Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum, 18(1).

Setara Institut. (2022). Indeks Kota Toleran.

Soedjono, S. R. (2021). Diskursus Pluralisme Agama dalam Perspektif Aksi Komunikatif. El Madani : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 2(02), 205–236. https://doi.org/10.53678/elmadani.v2i02.293

Steeva Yeaty. (2022). Kajian Pendekatan Fenomenologi: Literature Review. Jurnal Sosiologi Agama, 23(1). https://doi.org/https://doi.org/10.35794/jpekd.41379.23.1.2022

Sukabumi, D. S. K. (2023). Pemkot Sukabumi Komitmen Jaga Toleransi Antar Umat Beragama. Kdp.Sukabumikota.Go.Id. https://kdp.sukabumikota.go.id/2023/04/pemkot-sukabumi-komitmen-jaga-toleransi.html

Sunarti, S., & Sari, D. A. (2021). Religious Moderation As The Initial Effort To Form Tolerance Attitude of Elementary School. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(2), 138. https://doi.org/10.24252/auladuna.v8i2a2.2021

Umar, N. (2021). Islam Nusantara: Jalan Panjang Moderasi Beragama di Indonesia. Elex Media Komputindo.

Welton, D. (2000). The other Husserl: The horizons of transcendental phenomenology. Indianapolis.

Westphal, K. (2003). Hegel’s epistemology: a philosophical introduction to the Phenomenology of spirit. Indianapolis.

Westphal, K. R. (1998). Hegel and Hume on Perception and Concept-Empiricism. Journal of the History of Philosophy, 36(1), 99–123. https://doi.org/10.1353/hph.2008.0964

Wojnar, D. M., & Swanson, K. M. (2007). Phenomenology: An Exploration. Journal of Holistic Nursing, 25(3), 172–180. https://doi.org/10.1177/0898010106295172




DOI: https://doi.org/10.24952/tazkir.v9i2.8707

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Theguh Saumantri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:

Institute for Research and Community Services; Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang 22733 Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Indonesia.
Phone: (+62) 634  22080  Faximili: (+62) 634 24022
e-mail: lppm@uinsyahada.ac.id

 

Free counters!

View My Stats