EKO-PSIKOLOGI KESEIMBANGAN ANTARA SAINS DAN AGAMA DALAM MENCAPAI KEHORMANISAN ANTARA MANUSIA DAN ALAM

Kristiyanto Kristiyanto

Abstract


Abstrak

Dimensi agama dan prilaku manusia (behavior) mempunyai peran penting dalam merefleksi dan mengevaluasi dinamika pembangunan, sehingga tercapainya sebuah keseimbangan yang komprehensif, baik secara ekologis maupun non ekologis. Hubungan manusia dengan alam tidak akan tercapai keseimbangan, jika paradigma pembangunan yang dibangunnya tidak mencerminkan represen-tatif kaidah-kaidah yang berlaku (hukum alam/agama). Oleh karena itu, kerusakan demi kerusakan terus mengalami peningkatan dengan tahap yang semakin mengkawatirkan, yang tentunya bentuk dan sifat kerusakan seakan telah mengarah pada tahap kerusakan jiwa (spiritualitas/psikologi) yang menjadi kunci atau benteng akhir dalam penataan peradaban yang lebih humanis dan Islami serta berkelanjutan.

 

Abstract

Dimensions of religion and human behavior  have an important role in reflecting and evaluating the dynamics of development, so that the achievement of a comprehensive balance, both ecological and non- ecological. The human relationship with the natural balance will not be achieved, if the paradigm of development that the construction does not reflect representative applicable rules (laws of nature and religion). Therefore, one disaster after another continues to increase with an increasingly alarming stage, which is of course the shape and nature of the damage seemed to have led to the decay phase of the soul (spiritual/psychological) are the key or the final fortress in the structuring of a more humane civilization and Islamic and sustainable. Literature review and intensive observation with kontens analysis of natural and non- natural phenomena used in this study, so that the elaboration of knowledge in finding and building a conceptual can be achieved.

Full Text:

PDF

References


Al-Goyani, U. Y. GreenSpeak, “Menuju Keseimbangan Lingkungan” Opini, 2010, dalam http://sosbud.kompasiana.com, Diunduh 17 Juni 2013.

Baqir, et. all, Integrasi Ilmu dan Agama: Interpretasi dan Aksi, Bandung: Mizan Pustaka, 2005.

Fromm, E., Manusia Menjadi Tuhan: Pergumulan Tuhan Sejarah dan Tuhan Alam, Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

G. Soetomo, Sains dan Problem Ketuhanan, Yogyakarta: Kanisius, 1998.

H. S. Alikodra, Teknik Pengelolaan Satwa Liar: Dalam Rangka Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Bogor: IPB Press, 2010.

“Hubungan Manusia dan Alam Semesta”, dalam http://indonesian.irib.ir, Diunduh 17 Juni 2013.

Republika, “Tradisi Sains dan Teknologi dalam Islam”, 2012, dalam http://www.republika.co.id, Diunduh 17 Juni 2013)

Republika, “Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum Diperlukan”, 2012 dapam http://www.republika.co.id, Diunduh 17 Juni 2013.

R. Izzad, “Agama dan Sains”, Opini, 2013, dalam http://filsafat. kompasiana.com, Diunduh 17 Juni 2013.

R. Utina, “Kecerdasan Ekologis dalam Kearifan Lokal Masyarakat Bajo Desa Torasiaje Provinsi Gorontalo”, Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional, Pusat Lingkungan Hidup Indonesia ke-21, 13-15 September 2012, di Mataram.

Subandi, “Reposisi Psikologi Islam”. Disampaikan pada Temu Ilmiah Nasional 1 Psikologi Islam, Yogyakarta 24 September 2005, dalam

http://psikologi.ugm.ac.id, Diunduh 17/6-2013.

O. Soemarwoto, Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Jakarta: Djambatan, 1994.

W. R. Kaeksi, “Pembangunan dan Kelestarian Sumber Daya Lingkungan Hidup”. Forum Geografi, Nomor 19 Tahun X, Desember 1996.

Z. Abidin, Filsafat Manusia: Memahami Manusia Melalui Filsafat, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.




DOI: https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v1i1.283

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman

Creative Commons License

Copyright (c) 2019 Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Flag Counter