Kedudukan dan Efektivitas Justice Collaborator di dalam Hukum Acara Pidana

Adi Syahputra Sirait

Abstract


This article aims to analyze and explain the position of justice collaborator in criminal procedural law and the effectiveness of justice collaborator in proof, as an analysis instrument this research uses a case study of a narcotics-specific criminal decision in the Supreme Court where narcotics is an extraordinary crime committed in an organized manner by a drug syndicate narcotics, this research uses a social legal research approach using juridical type, the research data is obtained from an analysis of the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number: 920K / Pid.Sus / 2013 which is then analyzed using the effectiveness theory. The Supreme Court Judge determines the defendant as a justice collaborator based on the Supreme Court circular number 4 of 2011 regarding the treatment of whistleblowers and witnesses of collaborating actors (justice collaborator). The results of this study are that the supreme court judge considered the defendant's petition as a justice collaborator who could reveal the illicit trafficking network of international channels and also reveal the main perpetrators of the narcotics distribution.

Keywords


Justice, Collaborator, Mahkamah, Agung, dan Narkotika

Full Text:

PDF

References


A01111076, Y.-. (2018). Kedudukan Saksi Pelaku ( Justice Collaborator ) Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi ( Studi Kasus Putusan Hakim Nomor: 32/Pid.Sus/Tpk/2016/Pn.Jkt.Pst Dan Nomor 17/Pid/Tpk/2013/Pt.Dki ). Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura, 6(2). Diambil Dari Http://Jurnal.Untan.Ac.Id/Index.Php/Jmfh/Article/View/23451

Agustine, O. V., Soponyono, E., & Pujiyono. (2012). Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Terhadap “Justice Collaborator” Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia. Diponegoro Law Journal, 1(4). Diambil Dari Https://Ejournal3.Undip.Ac.Id/Index.Php/Dlr/Article/View/288

Coloay, C. C. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Justice Collaborator Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Menurut Uu No. 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban. Lex Crimen, 7(1). Diambil Dari Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Lexcrimen/Article/View/19407

Daleru, C. D. (2017). Eksistensi Justice Collaborator Dalam Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 124/Pid.Sus/Tpk/2015/Pn/Jkt.Pst). Lex Et Societatis, 5(9). Diambil Dari Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Lexetsocietatis/Article/View/18320

Hafid, Z. P. (2019). Justice Collaborator Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Perlindungan Saksi Dan Korban. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 6(1), 39–58. Https://Doi.Org/10.24252/Al-Qadau.V6i1.9457

Ipakit, R. (2015). Urgensi Pembuktian Alat Bukti Dalam Praktek Peradilan Pidana. Lex Crimen, 4(2). Diambil Dari Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Lexcrimen/Article/View/7789

Lintang, F. T. P. (2018). Analisis Yuridis Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menetapkan Terdakwa Sebagai Justice Collaborator Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 231/Pid.Sus/2015/Pn Pms.). Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum, 0(0). Diambil Dari Http://Hukum.Studentjournal.Ub.Ac.Id/Index.Php/Hukum/Article/View/2959

Mamahit, C. E. (2016). Kajian Surat Edaran Mahkamah Agung (Sema) Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Saksi Pelaku Tindak Pidana Yang Bekerjasama (Justice Collaborator). Lex Crimen, 5(6). Diambil Dari Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Lexcrimen/Article/View/13483

Mulyadi, L. (2014). Menggagas Konsep Dan Model Ideal Perlindungan Hukum Terhadap Whistleblower Dan Justice Collaborator Dalam Upaya Penanggulangan Organized Crime Di Indonesia Masa Mendatang. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 3(2), 101–116. Https://Doi.Org/10.25216/Jhp.3.2.2014.101-116

Murtadho, M. A. (2013). Pengaturan Saksi Pelaku Yang Bekerjasama (Justice Collaborator) Di Amerika Serikat, Jerman Dan Belanda. Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum, 1(8). Diambil Dari Http://Hukum.Studentjournal.Ub.Ac.Id/Index.Php/Hukum/Article/View/193

Nahar, S. (2019). Implementasi Kebijakan Peraturan Bersama Tahun 2014 Tentang Penanganan Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi Di Propinsi Banten. Jipags (Journal Of Indonesian Public Administration And Governance Studies), 2(2). Diambil Dari Http://Jurnal.Untirta.Ac.Id/Index.Php/Jipags/Article/View/4904

Nixson, N., Kalo, S., Kamello, T., & Mulyadi, M. (2013). Perlindungan Hukum Terhadap Whistleblower Dan Justice Collaborator Dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Usu Law Journal, 1(2), 40-56–56.

Sihite, O. M., Ablisar, M., Mulyadi, M., & Marlina, M. (2019). Alasan Yang Meringankan Hukuman Terhadap Justice Collaborator Dalam Mengungkap Suatu Tindak Pidana. Usu Law Journal, 7(4), 74-83–83.

Suratno, S. (2017). Perlindungan Hukum Saksi Dan Korban Sebagai Whistleblower Dan Justice Collaborators Pada Pengungkapan Kasus Korupsi Berbasis Nilai Keadilan. Jurnal Pembaharuan Hukum, 4(1), 130–139. Https://Doi.Org/10.26532/Jph.V4i1.1653

Thalib, H., Rahman, S., & Semendawai, A. H. (2017). The Role Of Justice Collaborator In Uncovering Criminal Cases In Indonesia. Diponegoro Law Review, 2(1), 27–39. Https://Doi.Org/10.14710/Dilrev.2.1.2017.27-39

Gunawan, Hendra,. Sistem Peradilan Islam pada jurnal Jurnal el-Qonuniy: Jurnal Ilmu-ilmu Kesyari'ahan dan Pranata Sosial Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan, Volume 5 Nomor 1 Edisi Januari-Desember 2019.




DOI: https://doi.org/10.24952/el-qonuniy.v5i2.2148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal el-Qonuniy: Jurnal Ilmu-ilmu Kesyari'ahan dan Pranata Sosial

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing Jurnal :

     


View My Stats