Fenomena Gay dan Lesbian di Kota Padangsidimpuan

Ali Amran (IAIN Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia)
Fitri Chairunnisa Siregar ()

Abstract


Realitassosialmenunjukkanbahwakeberadaan gay dan lesbian nyata di Kota Padangsidimpuan, merekamemiliki pemahaman keagamaan yang kurang baik, memisahkan antara tujuan hidup dengan agama, sekulerdanhedonis.Merekatidakmenjalankanhidupsesuaidengannorma agama danaturannegara. Sehingga perilakumereka yang melakukanpenyimpangan seksual, memilikisifategois yang cukuptinggi, telahmengesampingkanaturandannorma agamadanmerekasangatsulituntukmenerimanasehatdari orang lain. Merekajugaberanggapan bahwa lesbian dan gay bukanlah sebuah patologi sosial, sebab mereka tidak mengganggu kehidupan bermasyarakat dan merupakan sebuah fitrah dari Allah SWT yang harus diterima dengan ikhlas.Latarbelakang pelaku lesbian dan gay di Padangsidimpuan berasal dari tamatan sekolah berbasis agama, seperti madrasah aliyah dan pesantren. Namun, keputusan mereka untuk menjadi pelaku lesbian dan gay disebabkan karena kenyamanan yang mereka dapatkan antara satu sama lain. Sehingga ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari tidak dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan. Selain itu, mereka menginginkan hidup dengan identitas sosial dan legalitas sebagai lesbian dan gay.


Full Text:

PDF

References


Ali Akbar, Seksualitas Ditinjau dari Hukum Islam, Yogyakarta: Balai Aksara, 1982.

Anne Krabill Hersberger, Seksualitas: Pemberian Allah, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Agustina, dkk, Semua Tentang Lesbian, Jakarta: Ardhanary Institute, 2005.

Bambang Marhijanto, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini,Surabaya: Terbit Terang, 1999.

Colin Spencer, Sejarah Homoseksualitas,Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2004.

Gunadi, Rahman, Indra, & Sujoko, Jalan Berliku Kaum Homo Menuju Pelaminan, Bandung: Alumni, 2006.

Hartoyo & Adinda, Titiana, Biarkan Aku Memilih : Pengakuan Seorang Gay Yang Coming Out, Jakarta: Kompas Gramedia, 2009.

Handoyo, Gay Pride: Homoseksual Dipicu Lingkungan dan Gaya Hidup, Malang: Universitas Muhammadiyah, 2007.

Henryk Misiak dan Virginia Staudt Sexton, Psikologi Fenomenologi Esistensial Dan Humanistik, Bandung: Eresco, 1998.

Khathib Al-Baghdadi, Tarikh Baghdad Vol.IX, Mesir: Pustaka Dar Al-Sa’adah, 1997.

Kadir, Tangan Kuasa Dalam Kelamin; Telaah Homoseks, Pekerja Seks dan Seks Bebas di Indonesia,Yogyakarta: INSIST Press, 2007.

Masudul Hasan, History of Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 2000.

Muhammad M. Sayyid, Pendidikan Psikologi Remaja, Jakarta: Gema Insani, 2017.

Hamid Patilima, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2005.

Puspitosari, dan Pujileksono, Waria dan Tekanan Sosial,Malang: Universitas Muhammadiyah, 2005.

Rianti, Homoseksual Tinjauan Dari Perspektif Ilmiah,Bandung: PT Eresco, 2007.

Sawitri Supardi Sadarjoen, Bunga Rampai Kasus Gangguan Psikoseksual, Bandung: Refika Aditama, 2005.

Soejono Soekanto, Pathologi Sosial, Bandung: Alumni, 1974.

Sinyo, Loe Gue Butuh Tau LGBT, Jakarta: Gema Insani, 2016.

William Consiglio, Tidak Lagi Homo, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1998.

Zakiah Daradjat, Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental, Jakarta: Toko Gunung Agung, 2001.




DOI: https://doi.org/10.24952/tad.v2i2.3306

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats