The Performance of Mangupa Tradition in Angkola Custom, Medan, Indonesia

Akhiril Pane, Robet Sibarani, Ikhwanuddin Nasution, Muhammad Takari

Abstract


Tradisi Angkola pengucapan mangupa adalah sebagai saran rumah tangga dengan memohon kepada Allah SWT. Tradisi ini dipercaya oleh masyarakat adat untuk mengembalikan semangat pada diri/ tubuh (paulak tondi tu badan). Objek penelitian adalah analisis kinerja dengan menggunakan teori Duranti (2001: 14) dengan pendekatan asfek 1) kinerja, 2) indexcality, dan 3) partisipasi dan teori kinerja. Finnegan (1991, 1992: 92-93) menyatakan bahwa ada 3 elemen seperti: 1) komposisi, bentuk yang tersusun, 2) transmisi, proses seleksi yang akan melanjutkan tradisi pengucapan, dan 3) para peserta. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara dengan informan, sumber data primer pada upacara dan data sekunder dengan mengumpulkan data lapangan, dan menganalisis data. Hasil analisis terhadap tradisi Angkola dapat dibagi menjadi empat komponen: 1) Tempat upacara, 2) Waktu upacara 3) Alat tradisional, 4) Pemimpin adat dan peserta. Transmisi filsafat adat : sangap, hamomora, dan hamoraon. Semua peserta yang hadir mengikuti acara pernikahan dalam tradisi mangupa.  Nasihat tentang mangupa terdiri dari: 1) teks mangupa menggunakan nama Allah SWT, 2) teks mangupa dengan doa dan harapan, 3) teks mangupa harapan, dan 4) teks mangupa dengan filosofis adat Angkola

Keywords


Mangupa, Antropolinguistik, Tradisi Angkola

Full Text:

PDF [INDONESIA]

References


Amri, Yusni Khairul. 2011. “Tradisi Lisan Upacara Perkawinan Adat Tapanuli Selatan: Pemahaman Leksikon Remaja di Padangsidimpuan”. Sumatera Utara: Pascasarjana, Repository Universitas Sumatera Utara.

___________. 2017. “Tradisi Mangupa Horja Godang Upacara Perkawinan Adat Angkola”. Disertasi.Sumatera Utara: FIB, Repository Universitas Sumatera Utara.

Bahril Hidayat, 2004. Tema-tema Psikologis dalam tradisi Mangupa pada pasangan pernikahan pemula dalam masyarakat perantau Tapanuli Selatan di Pekanbaru. Yogyakarta: Program Studi Psikologi FPSB UII.

Bungin, B. 2006. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

De Saussure, Ferdinand. 1969. Cours de Linguistique Generale. Paris: Payot.

Duranti, A. 2001. Linguistic Anthropology: A Reader. Massachussets: Blackwell Publishers.

Duranti, Alessandro (ed). 2001. “Linguistic Anthropology”. Massachusetts: Blackwell.

Duranti Alessandro. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Foley, William A. 1997. Anthropological Linguistics: An Introduction. Oxford: Blackwell.

Foley, John Miles. (Ed) 1986. Oral Tradition in Literature: Interpretation in Context. Columbia: University of Missouri Press.

Finnegan, Ruth. 1992. Oral Traditions and The Verbal Arts: A Guide to Research Practices. NewYork: Routledge.

Harahap, Baginda Raja, tanpa tahun, “Poda-podda Ni Adat Horja Godang/ Bolon/ Siluluton/ Siriaon.”

Hasil Musyawarah Lembaga Adat dan Budaya.24-26 Oktober 1996, ”Adat Budaya Angkola-Sipirok-Haruaya Mardomu Bulung Napa-napa Ni Sibualbuali”.

Hoed. Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Univesitas Indonesia.

Levi-Strauss, Claude. 1972. Structural Anthropollogy. Great Britain:Penguin Books.

Marpaung Marakub, 1969. Djop ni Roha Pardomuan (Paradaton Tapanuli Selatan) Padang Sidempuan: Pustaka Timur.

Nasution H. Pandapotan, 2005. Adat Budaya Mandailing: dalam Tantangan Zaman. Medan: Forkala.

Nort, W. (1990). 1995. Handbook of Semiotics. Bloomington/ Indianapolis: Indiana University Press.

Olrik, Axel. 1992. Principles for Traditions Narrative Research. Blomington: Indiana University Press.

Ong, Walter J. 2007. Orality and Lteracy. New York: Methuen and Co. Ld.

Parsadaan Marga Harahap, 1993, Horja: Adat Istiadat Dalihan Natolu, Jakarta: Parsadaan Marga Harahap Dohot Anak Boruna.

Parrot, Nancy. 2000. Linguistic Anthropology Second Edition. Texas Tech University: Hartcourt College Publishers.

Pudentia. 2003. Antologi Prosa Rakyat Melayu Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Ritonga, Parlaungan dan Ridwan Azhar, 2002, Sistem Pertuturan Masyarakat Tapanuli Selatan, Medan: Yandira Agung.

Saragih, Amrin. 2011. Semiotik Bahasa: Tanda, Penanda, Petanda dalam Bahasa. Bahan Ajar Perkuliahan Semiotik Program Studi Linguistik USU Medan.

Sibarani, Robert, 2012. Kearifan Lokal (Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan). Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Siregar Baumi, G. Gelar H. Sutan Tinggibarani, 2009, ”Tutur Poda”, (Naskah stensilan)

_________________,2007, ”Burangir Barita”, (Naskah stensilan)

_________________, 1980, ”Horja Godang Magupa Di Na Haroan Boru”, (Naskah stensilan)

_________________, 1984, ”Surat Situmbaga Holing Adat Batak- Sipirok- Padang Bolak- Barumun- Mandailing- Batang Natal- Natal”, (Naskah stensilan)

Spradley, James P. 1980. Doing Participants Observation. Participants Observation. New York: Holt Rinehart and Winston.

Tim Penyusun, 2006, ”Khazanah Adat Budaya Tapanuli Selatan”.

Tutik, Titik Triwulan dan Trianto, 2008. Dimensi Transedental dan Transformasi Sosial Budaya. Jakarta: Lintas Pustaka.

Van Dijk, TA. 1977. Text and Context: Explorations in the Semantics and Pragmatics of Discourse. Longmans Linguistics Library. Longman, London.




DOI: https://doi.org/10.24952/tazkir.v5i2.2298

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:

Institute for Research and Community Services; State Institute for Islamic Studies Padangsidimpuan.

Jl. T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang 22733 Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesian.

Phone: (+62) 634  22080  Faximili: (+62) 634 24022 e-mail: lp2miain.padangsidimpuan@gmail.com

 

Free counters!

View My Stats