Analisis Protein Ulat Sagu (Rhynchophorus Ferruginenus) Sebagai Pemanfaatan Sumber Zat Nutrisi Dengan Metode Kjhdel, Spektrofotometri Dan Sds (Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrilamdegell Electrophoresis)

Silvia Elastari Matondang, Suriati Nilmarito, Elsa Febrina

Abstract


Ulat sagu memiliki nama yang beragam dan paling sering ditemui di daerah Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Sumatera yang diperoleh dari batang pohon sagu yang telah tumbang dan sudah membusuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui protein ulat sagu dengan metode Kjedhal, Spektro fotometer dan SDS-PAGE. Jenis penelitian dengan melakukan kajian literature dari buku, artikel dan jurnal sepuluh tahun terakhir dari google scholer. Hasil analisis menggunakan metode Kjedhal pada batang berduri sebesar 11,8652% yang tidak berduri sebesar 10,06988%. Penelitian lainnya yang dilakukan di hal mehera maluku utara kadar protein total sebesar 4,0575%. Hasil analisis menggunakan metode spektro fotometri dan SDS dengan pengeringan garam dan tanpa garam menunjukkan ulat sagu control memiliki protein yang lebih besar (4,93 µg/µl) daripada yang diberi perlakukan dan penggaraman konsentrasi 10% (b/b) selama 1 jam tanpa panas pita-pita protein tidak terjadi penurunan atau penipisan secara signifikan. Analisis Pengasapan dengan garam dan tanpa garam menunjukan ulat sagu control lebihbesar (4,93 µg/µl) dibandingkan dengan yang diberi perlakuan dan semakin lama waktu pengasapan maka semakin banyak pita protein yang terdenaturasi dengan berat molekul yang semakin kecil. Pengaruh penggaraman konsentrasi 10 % b/b dan pengasapan terhadap jumlah profil protein ulat sagu cenderung lebih besar dibandingkan pegaruh pengasapan saja.

Full Text:

PDF

References


AgusTriyono, T. A. (2010). Mempelajari pengaruh penambahan beberapa asam pada proses isolasi protein terhadap tepung protein isolate kacang hijau (Phaseolus radiatus L.), 1-9.

Al Awwaly, K. U. (2017). Protein Pangan Hasil Ternak dan Aplikasinya. Universitas Brawijaya Press.

Arifah, H. A. (2018). Perbedaan Kadar Total Protein Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Kivet Plastik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Semarang).

Ariani, A., Anjani, G., Sofro, M. A. U., &Djamiatun, K. Tepungulatsagu (Rhyinchophorus ferrugineus) imunomodulator Nitric Oxide (NO) sirkulasi mencitterapi anti malaria standar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(2), 131-138.

Bashir, L., Ossai, P. C., Shittu, O. K., Abubakar, A. N., & Caleb, T. (2015). Comparison of the nutritional value of egg yolk and egg albumin from domestic chicken, guinea fowl and hybrid chicken. Journal of Experimental Agriculture International, 310-316.

Bustaman, S. (2008). Potensi ulat sagu dan prospek pemanfaatannya. Jurnal Litbang Pertanian, 27(2), 50-54

Dawan, A. (2019). Analisis kandungan protein Ulatsagu (Rhynchophorus ferruguienus) dengan menggunakan metode Kjeldhal (Doctoral dissertation, IAIN AMBON). Analisiskandungan protein Ulatsagu (Rhynchophorus ferruguienus) denganmenggunakan metode Kjeldhal (Doctoral dissertation, IAIN AMBON).

Dunn, M. J. (Ed.). (2014). Gel electrophoresis of proteins. Elsevier.

Fahima, A., Mukaromah, A. H., &Ethica, S. N. (2018). Profil Protein Berbasis SDS-PAGE pada Ulat sagu hasil pengeringan dengan garam dan tanpagaram.In Prosiding Seminar Nasional & Internasional, 1(1).

Köhler, R., Irias-Mata, A., Ramandey, E., Purwestri, R., &Biesalski, H. K. (2020). Nutrient composition of the Indonesian sago grub (Rhynchophorus bilineatus). International Journal of Tropical Insect Science, 40(3), 677-686.

Hastuti, S. (2016). Pengolahan Ulat Sagu (Rhynchophorus Ferruginenes) di Kelurahan Bosso Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. PERSPEKTIF: JURNAL PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI, 1(1), 12-19.

Leatemia, J. A., Patty, J. A., Masauna, E. D., Noya, S. H., &Hasinu, J. V. (2021, July). Utilization of sago grub (Rhynchophorus ferrugineusOlivier) (Coleoptera: Curculionidae) as an alternative source of protein. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 800, No. 1, p. 012028). IOP Publishing.

Lidaya, N., Ethica, S. N., &Mukaromah, A. H. (2018). Profil Protein Ulatsagu (Rhynchophorus ferrugenesis) yang digoreng dan dipanggang menggunakan metode SDS-PAGE. In Prosiding Seminar Nasional & Internasional (Vol. 1, No. 1).

Marzuki, I., Amirullah, S. S., &Fitriana, N. (2010). Kimia dalam Keperawatan. Pustaka As Salam.

Mubarok, F. (2021). Spekto fotometer Prinsip dan Cara Kerjanya. Farmasi Industri,

June, 1–9.

Nirmala, I. R., &Pramono, M. S. (2017). Sago worms as a nutritious traditional and alternative food for rural children in Southeast Sulawesi, Indonesia. Asia Pacific journal of clinical nutrition, 26( Supplement).

Nuban, N. S., Wijaya, S. M., Rahmat, A. N., &Yuniarti, W. (2020). Makanan Tradisional dari Ulat Sagu sebagai Upaya Mengatasi Malnutrisi pada Anak. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 1(1), 25-36.

Nurohman, S.H.2016. Kajian Kandangan Protein TepungKacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis) Yang DikemasLdpe (Low Density Polyethylene) Selama Penyipanan Menggunakan Regresi Linear Sederhana. Bandung.

Sari, M. (2011). Identifikasi Protein Menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Setyaningsih, T. A. Y. (2018). protein, antioksidan dan uji sensorissosis ulat sagu (Rhynchophorus ferrugineus) dengan pewarna bayam merah (Amaranthus tricolor). Stikes Muhammadiyah Surakarta [skripsi]. http://repository.itspku.ac.id/200/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 LAVOISIER: Chemistry Education Journal

Jl. T. Rizal Nurdin, Km. 4.5 Sihitang - Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara

Telp. 0634-22080

Fax. 0634-24022