Komunikasi Terapeutik dalam Novel Tapak Sabda Melalui Dakwah Bil Kitabah

Anton Widodo (INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO LAMPUNG, Indonesia)

Abstract


Basically the pattern of da'wah is not much different from the communication pattern that is da'i - message - uslub - media - mad'u. Da'wah through true writing can provide flexibility to the preacher, to convey the message of preaching in detail. The type of research conducted was qualitative. Qualitative research is the process of finding data images from the context of events directly in an effort to paint events that are exactly the same as reality, which makes various events such as glue and involving participative perspectives in various events, and uses induction in explaining the picture of the phenomenon being observed. The results of this study are concluded that therapeutic communication in the Word Tread Word conveys the message of the chanting through what is implied in the novel, such as preaching messages about Islamic Philosophy written in the form of letters sent by the "Word of God" to the Word, the the main character. Therapeutic Communication in the novel Tapak Sabda is his writings that use literary language, whether inserted into the paragraph of the story, or which becomes a poem, both inside the story or outside the story. The use of 4 types of writing namely, which makes people laugh (creative), makes people cry, makes people think, and makes people like, angry, or curious (provocative).

Pada dasarnya pola dakwah tidak jauh berbeda dengan pola komunikasi yaitu da’i – pesan – uslub – media – mad’u. Dakwah melalui tulisan sejatinya bisa memberikan keleluasaan kepada da’i, untuk menyampaikan pesan dakwahnya secara detil. Jenis penelitian yang digubakan adalah bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif proses pencarian gambaran data dari konteks kejadian secara langsung sebagai upaya melukiskan peristiwa yang sama persis dengan kenyataannya, yang membuat berbagai kejaidiannya seperti merekat dan melibatkan persfektif yang partisifatif di dalam berbagai kejadian, serta menggunakan penginduksian dalam menjelaskan gambaran fenomena yang diamatinya. Hasil penelitian ini adalah disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik dalam Novel Tapak Sabda menyampaikan pesan dakwah kitabahnya melalui apa yang tersirat dalam novel tersebut, seperti pesan-pesan dakwah mengenai Filsafat Islam yang ditulis berupa surat-surat yang dikirim oleh si “Kata Tuhan” kepada Sabda, sang tokoh utama. Komunikasi Terapeutik dalam novel Tapak Sabda ialah tulisan-tulisannya yang memakai bahasa sastrawi, baik yang disisipkan kedalam paragraf cerita. Penggunaan 4 jenis tulisan yakni, yang membuat orang tertawa (rekreatif), membuat orang menangis, membuat orang berpikir, dan membuat orang suka, marah, atau penasaran(provokatif).


Full Text:

PDF

References


Abdurrahman Wahid, (2010). Misteri Kata-Kata. Jakarta: Pensil-324.

Amin Sweeney, (2011). Puncak Gunung Es: Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Kebudayaan Melayu-Indonesia. Jakarta: KPG.

Arswendo Atmowiloto, (1999). Mengarang Novel itu Gampang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal: 134

Asep Syamsul M Romli, (2003). Jurnalistik Dakwah: Visi dan Misi Dakwah Bi al-qalam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

D.Munadi, (2002). Psikologi Dakwah. Bandung: Fakultas Dakwah UIN Sunan Gungung Djati Bandung.

Fauz Noor, (2004). Tapak Sabda. Yogyakarta: LKiS.

Fauz Noor, (2012). Semesta Sabda. Yogyakarta: LkiS. Cet-2

Fauz Noor. (2016). Marginalia 1. Bandung: Semesta Institute.

Ibnu Mandhur, (1434H/2013 M). Lisanul ‘Arab. Qahirah: Darul Hadits, Juz-3.

Jalaluddin Rumi, (2014). Nyanyian Seruling dan Jalan Tasawuf. (trans; Sega Arsy) Bandung: Sega Arsy.

Jostein Gaarder, (2014). Dunia Sophie. Bandung: Mizan. Cet-13

K. Bertens. (2011). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Cet-11

Korrie Layun Rampan, (1999). Aliran-Jenis Cerita Pendek. Jakarta: Balai Pustaka.

M. Ali Aziz. (2012). Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. Cet-3

Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani, (1994). Fathu al-Qadir: al-Jami’ Baina Fanni ar-Riwayah wa ad-Dirayah min Ilmin al-Tafsir. Beirut-Lebanon: Dar al-kutub al-Ilmiyyah. Juz V.

Muhammad Yunus, (2010). Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Mahmud Yunus Wa Dzurriyah.

Mukhripah Damaiyanti. (2002). Komunikasi Terapeutik: dalam Praktik Keperawatan. Bandung: Refika Aditama

Pidi Baiq, (2014). Dilan, Dia Adalah Dilanku, Tahun 1990. Bandung: Mizan. Cet-8

S. Bambang Ma’arif, (2010). Komunikasi Dakwah: Paradigma untuk Aksi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Samsul Munir Amin, (2009). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.

Sapardi Djoko Damono, (2011). Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sindhunata, (2015). Anak Bajang Menggiring Angin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (Cet-10)

Sitok Srengenge, (2012). Cinta di Negeri Seribu Satu Tiran Kecil. Jakarta: Rajut Publishing.

Stenley J. Baran, (2011). Pengantar Komunikasi Massa: Literasi Media dan Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.

Suf Kasman, (2004). Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-prinsip Da’wah bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an. Jakarta: Teraju.

Wahyu Ilaihi, (2010). Komunikasi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.




DOI: https://doi.org/10.24952/hik.v14i1.2325

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Hikmah


HIKMAH

JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM TERINDEX OLEH :


SEKRETARIAT JURNAL HIKMAH

 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

 Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. (0634)22080.