Metode Dan Pendekatan Dakwah (Solusi Untuk Menghadapi Problematika Dakwah Masa Kini)

Hamlan Hamlan

Abstract


Abstract: Da'wah uf ma'ruf nahi munkar has practically taken place since there was an interaction between Allah and His servants (the period of the Prophet Adam), and will end with the end of life in this world. At first God taught the Prophet Adam the names of objects, Allah forbade the Prophet Adam to approach the tree and Allah ordered the angels to prostrate to Prophet Adam, all Angels in prostration except Satan, he was reluctant and obscure. Humans were created by God as caliphs on earth. Da'wah, berufan makuf and beranah munkar is one of the strategic functions of the human caliphate, this function continues in tandem with the complexity of the problems of human life from the age of time. Da'wah is not in a static community sketch, but is in a dynamic community sketch and the challenges of da'wah are increasingly widespread and complex. Da'wah communication must not only be good in terms of content (the content), but also must be good in terms of the way (the way, how) that is a method and the right approach to answer the challenges of da'wah that are getting more complete day by day Therefore, the improvement of the quality of the missionary's competency must be continuously carried out effectively.

Keywords: Da'wah Method, Da'wah Approach, Problems, Solutions.

 

Dakwah amar ma'ruf nahi munkar secara praktis telah berlangsung sejak adanya interaksi antara Allah dengan hamba-Nya (periode Nabi Adam as), dan akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya kehidupan di dunia ini. Pada awalnya Allah mengajar Nabi Adam as nama-nama benda, Allah melarang Nabi Adam mendekati pohon dan Allah memerintahkan para malaikat sujud kepada Nabi Adam, semua Malaikat pada sujud kecuali Iblis, dia enggan dan takabur. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi. Berdakwah, beramar makruf dan bernahi munkar adalah salah satu fungsi strategis kekhalifahan manusia, fungsi tersebut berjalan terus-menerus seiring dengan kompleksitas problematika kehidupan manusia dari zaman ke- zaman. Dakwah tidak berada dalam sket masyarakat yang statis, tetapi berada dalam sket masyarakat yang dinamis dan tantangan dakwah yang semakin luas dan komplek. Komunikasi dakwah bukan saja harus baik dalam hal isi (konten) atau pesan (the message, what), melainkan juga harus baik dalam hal cara (the way, how) yaitu sebuah metode dan pendekatan yang tepat untuk menjawab tantangan dakwah yang semakin hari semakin komplit, oleh karena itu peningkatan kualitas kompetensi muballigh harus secara terus menerus dilakukan secara efektif.

Kata Kunci: Metode Dakwah, Pendekatan Dakwah, Problematika, Solusi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.